Opini

Pelajar Lebih Perlu Perpustakaan atau Search Engine ?

Sebawa.com – Pada generasi 19an, perpustakaan kian ramai dengan para manusia yang haus akan ilmu atau ingin sekedar menyegarkan pikiran dengan berbagai hiburan yang tertuang dalam buku, baik itu novel, komik atau karya fiksi lainnya.

Tak diragukan lagi bahwa buku merupakan jendela dunia. Banyak buku yang berisi berbagai kisah atau yang lainnya yang seolah pembaca sedang berkeliling dunia. Hingga buku menjadi objek koleksi yang sangat mengasyikan dan memiliki segudang manfaat.

Waktu pun berlalu dan perkembangan dari berbagai hal yang menjadi perubahan pun kini sudah sangat dirasakan termasuk perpustakaan yang menjadi tak seramai dulu. Kenapa ? banyak hal yang dapat menjadi penyebab semua itu, namun yang jelas adalah bukan karena manusia tidak butuh atau tidak haus ilmu lagi.


Kemajuan jaman dan perubahan teknologi pun menjadi suatu hal yang merubah kebiasaan, contohnya dalam hal membaca dan mencari referensi. Pelajar di era sebelumnya menghabiskan banyak waktu berada di perpustakaan untuk menambah pengetahuan, mempelajari suatu hal baru atau menyelesaikan tugas sekolah atau juga tugas kuliah dengan berinteraksi bersama pengunjung perpustakaan lainnya. Sedangkan yang terjadi saat ini adalah kebanyakan dari pelajar lebih memilih untuk melakukan hampir semua kegiatan edukasinya dengan media yang bernama search engine dan salah satu search engine yang menjadi favorit pelajar adalah Mbah Google yang konon tahu segala hal.

Google merupakan salah satu produk search engine dari sebuah perusahaan di Amerika Serikat, produk search engine tersebut dapat digunakan dengan bantuan koneksi internet. Google mampu menampilkan hasil pencarian yang diinginkan oleh penggunanya dengan waktu yang sangat cepat. Sedangkan jika menggunakan media buku, untuk mencari hal yang diinginkan langsung pada intinya mungkin akan memerlukan waktu yang cukup lama.

Dengan melihat fenomena seperti itu, maka timbul sebuah pertanyaan. Apa yang sebenarnya lebih dibutuhkan oleh para pelajar ? pengetahuan yang ada di buku perpustakaan ataukah pengetahuan yang dapat diakses dengan cepat dan mudah di search engine ?

Search engine mampu menampilkan hasil pencarian yang diinginkan oleh penggunanya dengan waktu yang sangat cepat. Sedangkan jika menggunakan media buku, untuk mencari hal yang diinginkan langsung pada intinya mungkin akan memerlukan waktu yang cukup lama.

Adapun ilmu atau informasi dari media tersebut memiliki efek baik atau buruk, disinilah peran kita sebagai pelajar dituntut untuk mampu memilih apa yang ilmu bermanfaat yang harus diambil atau diingat dan hal yang tidak bermanfaat atau bahkan meninggalkan kerugian hanya perlu untuk ditinggalkan.

Budaya belajar memang berubah, namun satu hal yang perlu diingat adalah manusia merupakan makhluk sosial yang tidak mampu untuk hidup sendiri saja. Masing- masing cara untuk memperoleh ilmu memiliki kelebihan atau kekurangan, namun dibalik itu semua adalah bagaimana kita sebagai pelajar mampu untuk menghayati ilmu yang didapat dan mengamalkannya.

Ujaran “Buku adalah jendela dunia” mungkin sekarang agak bergeser menjadi “internet menjadi jendela dunia” melalui berbagai macam informasi yang dapat dijelajahi dengan search engine.






Article written by dianti rahayu

i am free

Tinggalkan Balasan

This is a demo store for testing purposes — no orders shall be fulfilled. Dismiss

%d blogger menyukai ini: