Sistem Operasi

Sistem Operasi Terdistribusi Part 2

Sebawa.com – Alangkah lebih baik jika membaca Sistem Operasi Terdistribusi Part 1 terlebih dahulu.

Hardware sistem operasi terdistribusi

Sistem operasi terdistribusi yang banyak digunakan dan diimplementasikan saat ini adalah Amoeba. Sistem ini terus mengalami perekmbangan hingga menjadi sistem operasi terdistribusi


Pada umumya, hardware yang spesifik digunakan dalam sistem operasi terdistribusi ini dan komponen utama dalam sistem operasi terdistribusi ini adalah : workstation, LAN, gateway  dan processor pool.

Workstation memiliki fungsi sebagai eksekutor proses yang memerlukan interaksi dari pemakainya seperti penggunaan manager atau text editor yang berbasis windows. Tugas yang lebih spesifik dilakukan oleh server. Server juga dapat mengambil alih proses I/O khusus dari llarikan disk. Dan untuk terhubung ke jaringan WAN, maka fungsi tersebut dimiliki oleh gateway. Sedangkan Procesor pool memiliki fungsi untuk mengambil alih semua proses lain.

Dalam sistem operasi terdistribusi ini pada umumya terdiri dari prsesor, koneksi jaringan dan memori lokal. Tiap tiap prosesor mengerjakan sebuah proses hingga prosesor yang tidak digunakan menjadi habis. Sedangkan proses lainnya masih berada dalam antrian untuk dieksekusi setelah proses pertama selesai. Dalam hal inilah keunggulan reliabilitas dari sistem operasi terdistribusi sangat dirasakan.

Jika terjadi suatu trouble berupa satu unit pemroses yang mati, maka proses yang dialokasikan haru di restart. Meski demikian, user tidak perlu khawatir karena dalam hal ini intergritas sistem tidak akan terganggu sama sekali jika proses deteksi berjalan dengan baik.

Adapaun desain sistem operasi terdistribusi ini memungkinkan untuk 10 hingga 100 prosesor. Spesifikasi hardware yang harus tersedia pada setiap cluster, minimal memiliki kriteria :

  • Workstation : 8 MB RAM, monitor, mouse, keyboard
  • File server : 16 MB RAM, 300 MB HD, Ethernet Card
  • Pool processor : 4 MB RAM, 3.5” floppy drive.

 

Arsitektur software

Arsitektur software yang dimiliki oleh sistem opersi terdistribusi sejati memiliki keunikan. Arsitektur dikarakterkan dalam objek  dalam hubungan klien dan server. Berbagai proses yang terjadi pada klien menggunakan remote procedure yang memanggil dan mengirimkan request ke server untuk memproses obejek yang dibawa atau data. Objek yang dibawa memiliki karakteristik yang dinekanal sebagai kapabilitas.

Besaran dari kapabilitasnya adalah 128 bits, 48 bits pertama bagian servis yang memiliki objek, 24 bits selanjutnya berupa nomor objek, 8 bits selanjutnya menampilkan operasi yang diijinkan terhadap objek yang bersangkutan dan 48 bits terkahir merupakan check field berupa field yang telah di enkripsi supaya tidak dapat silakukan modidikasi proses lain.

RPC (remote procedure calls) menyelesaikan operasi yang dibuat klien dalam proses yang ringan ddan keil. Tipe proses yang demiian memiliki bidang alamat sendiri dan mungkin dapat memiliki satu atau lebih hubungan. Ketika memiliki program counter, maka hubungan ini akan berjalan dan stack dengan sendirinya. Meski demikian, berbagai data dan kode dalam hubungan lain didalam proses dapat dilakukan.

Terdapat 3 macam basis panggilan sistem yang digunakan dama proses yang dimiliki user yaitu do_operation, get_request dan send_reply. pertama adalah mengirimkan pesan kepada server, setelah proses melakukan blok hingga server mengirimkan balasan. Panggilan sistem kedua digunakan oleh server untuk mengindikasikan bahwa akan menerima pesan pada port tertentu dan panggilan ketiga dilakukan server untuk mengirim kembali informasi yang telah dipanggil.

Arsitektur software ini dibangun dari sistem yang primitif dan sistem inilah yang menjadi antarmuka untuk program aplikasi. Untuk hal ini dapat diselesaikan oleh tingkat pengarahan yang mengijinkan pengguna untuk berpikir mengenai struktur ini sebagai objek dan banyak operasi terhadap objek ini. Class memiliki hubungan dengan objek- objek dan sebuah kelas dapat berii dengan kelas yang lain dan juga hirarki secara alami. Pewarisan antarmuka objek yang digunakan sebagai manipulasi implementasi objek adalah seperti menulis, membaca, menghapus dan lain- lain.

Pembahasan ini akan dilanjutkan ke Sistem Operasi Terdistribusi Part 3



Article written by dianti rahayu

i am free

Tinggalkan Balasan

This is a demo store for testing purposes — no orders shall be fulfilled. Dismiss

%d blogger menyukai ini: