belajar bahasa pemrograman php
Developer

Tutorial PHP Bagian 8: Menentukan Konstanta

Sebawa.com – Saya akan melanjutkan tutorial dasar pemrograman php setelah sebelumnya saya menulis tutorial sampai part ke-7 tentang Variabel di PHP, sekarang pembahasan mengenai bagaimana sih dalam menentukan Konstanta di PHP ? sebelumnya untuk menampung data yaitu menggunakan variabel, didalam konsep dasar pemrograman juga mengenal yang namanya konstanta, ditulisan saya tutorial PHP bagian 8 ini akan sedikit menjelaskan tentang menggunakan konstanta untuk menyimpan nilai tetap pada PHP.

Apa yang bisa dilakukan konstantan pada PHP ?

Konstanta bisa dibilang sebuah tanda pengenal untuk nilai tetap, dan kosntanta juga tidak bisa dirubah selama program sedang berjalan, sesuai namanya constant.

Konstanta sangat berguna ketika akan menyimpan data yang tidak dapat diubah ketika script program berjalan, contoh umumnya adalah konfigurasi seperti username atau password, URL Dasar situs website, nama perusahaan dll.

Konstanta yang saya gunakan yaitu dengan menggunakan fungsi define() PHP, yang menerima dua argumen yaitu nama konstanta dan nilai kosntanta. Setelah didefinisikan nama konstanta maka dapat diakses kapan saja dengan mengacu pada nama konstantanya, agar lebih jelas berikut adalah contoh dari penulisan konstanta :


<? php // Mendefinisikan konstanta define ( "SITE_URL" , "https://www.sebawa.com/" ); // Menggunakan konstan echo 'Terima kasih telah berkunjung -' . SITE_URL ; ?>

Jika di running maka outputnya akan seperti dibawah


Terima kasih telah berkunjung - https://www.sebawa.com/

Pernyataan echo yang sering digunakan untuk menampilkan atau menampilkan data ke web browser, saya pernah membahas tentang echo di tulisan saya tentang php bagian 5.

Dengan menyimpan nilai secara konstanta dan bukan variabel, Kamu dapat memastikan bahwa nilainya tidak akan berubah secara tidak sengaja saat aplikasi Anda berjalan.



Penamaan untuk konstanta di PHP

Untuk aturan penulisan konstanta  sama dengan cara penulisan variabel , yang berarti nama konstanta yang valid harus dengan huruf atau garis bawah, diikuti oleh sejumlah huruf, angka atau garis bawah. jika variabel harus diawali dengan maka kosntanta tidak diawali dengan tanda dollar seperti variabel.

Catatan: nama konstan biasanya ditulis dalam huruf besar. Ini agar mudah untuk di identifikasi dan diferensiasi konstanta dari variabel dalam kode program.

Jika ada yang ditanyakan silahkan komen dibawah, jangan lupa share tulisan ini.Semoga bermanfaat




Article written by Eriga S Al-Mansur

Sebuah media belajar teknologi dan komputer yang sederhana dan dapat memberikan konten yang mudah dipahami dalam mempelajari teknologi dan komputer. "Selalu berbaktilah kepada orang tua mu".

This Post Has One Comment

  1. Pingback: Tutorial PHP Bagian 9 : Memahami Type Data Pada PHP - Sebawa.com

Tinggalkan Balasan

This is a demo store for testing purposes — no orders shall be fulfilled. Dismiss

%d blogger menyukai ini: